Sabtu, September 26, 2020

Kesengsem Asmara Janda Kembang Berujung di Balik Jeruji Polisi

TITIKMEDIA – Janda semakin di depan. Demikian slogan atau kalimat yang sering diluncurkan warganet, dalam setiap kesempatan melalui status akun media sosial. Benarkah demikian? Pasalnya, seorang pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh harian lepas (BHL), harus berurusan dengan polisi dan mendekam di balik jeruji besi Polresta Mataram, karena kesengsem seorang janda kembang seumuran.

Inisialnya SPR (22) warga Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, demi menuruti hasrat seksualnya yang meledak-ledak bak petasan di malam pergantian tahun, ia nekat membobol rumah seorang janda dan berusaha merogolnya dengan paksa.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (9/9), mengungkapkan bahwa pelaku yang lulus sekolah dasar (SD) itu terancam melanggar Pasal 285 KUHP, tentang persetubuhan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 dini hari Senin kemarin. Sekarang pelaku kita amankan di Mapolresta Mataram untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Dikatakan, sesuai pengakuan pelaku saat dimintai keterangan, dirinya telah lama memendam rasa alias baper yakni semenjak si-janda kembang masih lajang.

“Pelaku sudah menyukai korban yang berstatus janda muda ini, dari korban masih gadis sampai dia janda, pelaku masih suka dengan korban,” ujar Budi Astawa.

Nah, lanjut Budi Astawa, endingnya kemudian pada Senin (7/9) dini hari dimana SPR mendatangi rumah korban. Melihat situasi di sekitar rumah si-janda kembang sunyi dan sepi, SPR pun nekat masuk bilik peraduan wanita pujaan, melalui kamar orang tua si-janda kembang menggunakan tangga.

“Pelaku masuk kamar korban dan mengunci kamar korban dari dalam,’’ tutur Budi Astawa.

Serrrrr, melihat si-janda kembang pujaan tengah terlelap tidur, sementara hasrat kelelakian SPR membuncah sampai ke ubun-ubun, iapun langsung melepas celana panjang yang dikenakannya dan merangkak pelan-pelan, menindih tubuh janda kembang sembari mencengkram kedua tangan si-janda kembang.

“Korban langsung berteriak, pelaku malah semakin nekat dan menutup wajah korban dengan bantal. Korban saat itu menangis dan didengar oleh warga sekitar,’’ jelas Budi Astawa.

Masih menurut pengakuan SPR, kata Budi Astawa, menyadari usahanya untuk memperkosa janda pujaan gagal, SPR yang sempat panik mengancam dengan menodongkan gunting saat si-janda kembang menangis. tidak sampai disana, karena tak mau rugi iapun menyempatkan mencium dan meraba tubuh janda pujaan sebelum warga sekitar berdatangan.

“Dia takut ketahuan dan mengancam korban dengan gunting. Karena warga ada yang datang, buruh harian lepas itu langsung meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara, red),” katanya. (alt)