in

Polsek Lingsar Gandeng Vany Bakrie Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi

Bhabinkamtibmas Desa Gontoran saat berada di pabrik roti Vany Bakrie

TITIKMEDIA – Dampak signifikan dengan mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berkepanjangan, sangat berdampat terhadap perekonomian dan daya beli masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Polsek Lingsar melalui personel Bhabinkamtibmas mengajak perusahaan roti Vany Bakrie Desa Gontoran, untuk bersama-sama membangkitkan kembali denyut napas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang tersengal.

Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, S.H. kepada media, Sabtu (20/3/2021), mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan kepada para personel Bhabinkamtibmas, berusaha semaksimal mungkin melakukan normalisasi di semua lini, dalam upaya mendukung dan mensukseskan Program Kampung Sehat jilid 2 berbasis lomba, yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H.

“Termasuk Bhabinkamtibmas Desa Gontoran Bripka I Gede Arya Suantara, yang sudah berhasil mengajak perusahaan roti Vany Bakrie memberi suport pelaku UMKM lainnya, agar bangkit dari keterpurukan di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

AKP Dewi yang ideal dengan sebutan Kapolsek Jilbab Hitam itu mengatakan, sebagai bentuk dukungan penuh Vany Bakrie terhadap Lomba Kampung Sehat 2, tak tanggung-tanggung Bripka Gede Arya berhasil mengajak pemilik perusahaan, berkeliling dari dusun ke dusun di Desa Gontoran Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, memberikan suport dan pembinaan dari satu pelaku UMKM ke rumah pelaku UMKM lainnya.

“Ini harus diapresiasi positif, dengan semangat Samapta, tanpa lelah dan jenuh tugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas, red), dilaksanakan demi melindungi, melayani, dan mengayomi warga binaannya,” ujar AKP Dewi bangga.

Sembari memberikan pembinaan itu, lanjut AKP Dewi, personel Bhabinkamtibmas juga tak lupa mengimbau warga agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dengan membiasakan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, membatasi mobilitas dan interaksi serta menghindari kerumunan.

“5M ini juga penting untuk mereka-mereka yang bekerja membuat roti, harus higienis, karena roti yang dihasilkan akan dikonsumsi oleh orang lain,” ucapnya.

Sementara pemilik perusahaan roti Vany Bakrie M. Irfan mengatakan, UMKM miliknya yang bergerak di bidang produksi roti saat ini memiliki 10 pekerja yang merupakan warga sekitar.

“Per hari kami memproduksi roti hingga 125 kilogram, yang dikemas menjadi 2000 bungkus roti siap dipasarkan,” katanya.

“Karyawan kami semua warga asli tempatan (Gontoran, red),” imbuhnya.

Lebih lanjut Irfan menuturkan, selain dipasarkan di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat, hasil produksi roti perusahaan miliknya saat ini telah didistribusikan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU), bahkan hingga Pulau Sumbawa.

“Khususnya di bidang pendistribusian atau penjualan sudah merambah keluar yakni ke Sumbawa, Bima, dan KLU. Alhamdulillah,” tuturnya.

“Nah, dalam hal ini kami masih membutuhkan tenaga untuk bagian distribusi atau penjualan ini. Kami memberi kesempatan dan peluang kerja kepada warga sekitar untuk bidang itu,” tambahnya.

Menurut Irfan, hal itu akan berbanding lurus dengan produksi, dalam arti bila permintaan tinggi atau meningkat, maka produksinya juga akan meningkat.

“Sehingga tidak menutup kemungkinan kami membutuhkan karyawan untuk di dalam atau bidang produksi dan lain-lain,” tandasnya.

“Kami berharap melalui program Bapak Kapolda dengan Kampung Sehat ini bisa membangkitkan motivasi UMKM di NTB, sehingga tidak terpuruk oleh pandemi Covid-19,” tutupnya (Red)

What do you think?