in

Rumah Tahfidz Center NTB Gelar Diskusi Tangkal Radikalisme

Penyerahan secara simbolis bantuan mushaf al-Quran khusus untuk menghafal al-Quran

TITIKMEDIA – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu daerah Zona Merah Radikalisme. Berbagai upaya terus dilakukan guna meminimalisir radikalisme dan terorisme. Sebagai elemen yang memiliki kepedulian, Senin (20/4/2021), Rumah Tahfidz Center NTB melakukan diskusi publik, untuk mencegah paham radikal masuk ke ranah santri tahfidz.

Koordinator Rumah Tahfidz Center NTB Hikmayadi Saputra usai diskusi di Hotel Lombok Plaza Mataram mengatakan, kegiatan diskusi publik itu mengusung tema Fiqih Komparatif di Usia Dini dan Penguatan Ekonomi Rumah Tahfidz  Sebagai Upaya Deradikalisasi Agama.

“Kami punya 30 rumah tahfidz binaan di Pulau Lombok, dengan sekitar 1583 santri. Jangan sampai para penghapal al-Quran ini terpapar radikalisme,” ungkapnya.

“Kami juga sedang mengupayakan agar ekonomi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah, red) di lingkungan rumah tahfidz juga hidup,” lanjutnya.

Dalam diskusi publik tersebut, hadir memberikan materi kebangsaan perwakilan Direktorat Intelkam Polda NTB Tengku Ardiansyah, yang memaparkan jenis radikalisme dan pola masuk serta organisasi yang terlarang di Indonesia.

Selain itu, hadir pula memberi pencerahan yakni TGH. Subki as-Sasaki, dimana memaparkan tentang penafsiran al-Quran secara kofrehensif, sehingga dapat memahami isi al-Quran secara tekstual dan kontekstual.

Sementara terkait pemberdayaan ekonomi dan peluang enterprenuer santri, hadir selaku pembicara perwakilan Fatayat Nahdlatul Ulama Baiq Jasmin Mahayani. (bhr)Diskusi Publik

What do you think?