in

SPN NTB Tolak UU Cipta Kerja dengan Berbagi Ta’jil

SPN NTB saat berbagi ta'jil dengan pengguna jalan di Kota Mataram

TITIKMEDIA – Banyak cara dilakukan untuk mengaplikasikan penolakan terhadap sesuatu. Demikian pula yang dilakukan DPD Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (SPN NTB), Rabu (21/4/2021), yang menolak ditetapkannya Undang-Undang Omnibuslaw khususnya poin kluster ketenagakerjaan, dengan menggelar aksi simpatik berbagi ta’jil untuk berbuka puasa.

Ketua SPN NTB Lalu Wirasakti di sela pembagian ta’jil kepada pengguna jalan mengatakan, aksi simpatik sebagai bentuk penolakan itu rutin dilakukan hingga menjelang Hari Buruh Nasional.

“Di tengah keprihatinan karena pandemi, kami berusaha berbuat dan bersimpati, tetapi kami kecewa dengan lahirnya Undang-Undang Omnibus Law dan Cipta Kerja,” katanya.

“Secara mufakat kami nyatakan menolak, khususnya di kluster ketenagakerjaan pada Undang-Undang Cipta Kerja,” imbuh Wirasakti.

Dikatakan, nasib anak-anak pekerja atau buruh terancam dengan munculnya undang-undang tersebut. Dimana banyak bagian dalam undang-undang justru merugikan kaum buruh.

“Kerugian demi kerugian juga akan dirasakan nanti oleh anak-anak kita, karena alasan ini kami nyatakan menolak kehadiran undang-undang ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam aksi simpatik tersebut terlihat para peserta aksi berorasi secara bergantian, sembari membagi bagikan ta’jil buka puasa bagi pengguna jalan dan petugas kebersihan (pasukan kuning) di Kota Mataram. (red)

What do you think?