in

Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Sembalun Mulai Ditata

Pertemuan membahas pengelolaan sampah di Kawasan Wisata Sembalun

TITIKMEDIA – Pertumbuhan pendukung pariwisata berupa penginapan dan rumah makan di kawasan wisata Sembalun, tak sebanding dengan kesadaran menjaga lingkungan bebas sampah atau zero waste (nol sampah). Dipicu kelakuan oknum salah satu pengelola villa membuang sampah di pinggir jalan, yang foto dan videonya viral di media sosial (medsos), Rabu (28/10), Pemerintah Kecamatan Sembalun menggelar pertemuan dengan agenda pengelolaan sampah.

Pertemuan pengelolaan sampah di kawasan wisata Sembalun tersebut, dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kadis LHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kadis LHK Kabupaten Lombok Timur, Kepala Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Danramil 1615-10/Sembalun, perwakilan Polsek Sembalun, para pengelola penginapan dan rumah makan serta tokoh masyarakat dan pemuda Sembalun.

Camat Sembalun H. Zaedar Rohman melalui pesan WhatsApp mengatakan, pertemuan itu dimaksudkan guna mencari solusi agar kejadian pada Ahad (25/10) lalu yang sempat viral di medsos, ke depan tidak terulang dan itu menjadi shock therapy (terapi kejut).

“Pertemuan kita bersama para pengelola villa dan para kades serta tokoh masyarakat hari ini, untuk mencari solusi penanganan sampah di Sembalun yang selama ini belum bisa teratasi,” katanya via WA kepada kontributor titikmedia.com.

Dikatakan, pertemuan itu menyepakati program pengelolaan sampah hingga tingkat desa, yang dalam penerapannya akan didukung fasilitas pelatihan dan infrastruktur dari DLHK dan instansi terkait.

“Tentu dengan komitmen bersama. Artinya, masalah sampah ini masalah kita bersama. Untuk itu kita minta dukungan dari semua pihak terutama dari Pemdes (Pemerintah Desa, red),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Zaedar, pihak penginapan dan rumah makan juga bersedia mengelola sampah masing-masing, baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak lain seperti BUMDes dan komunitas lokal.

“Desa pun bisa bekerjasama dengan membuat bank sampah. Ya, artinya ada jawaban sementara ketika kita mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Sementara Rijalul Fikri dari Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup Sembalun Pecinta Alam (KPLH-SEMBAPALA), sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan oknum pengelola salah satu penginapan itu.

“Saya pribadi marah dan menyayangkan hal itu terjadi, tapi itu semua ada hikmahnya. Jika tidak ada kejadian itu, pemerintah terkait tidak serius menangani masalah sampah di Sembalun,” ujarnya.

Kerena itu, pihaknya mendorong agar terkait pengelolaan sampah dibuatkan regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes), sehingga tidak terkesan hanya seremonial semata.

“Edukasi pengelolaan sampah tetap harus dilakukan secara kontineu kepada masyarakat, dan ini dapat dilakukan oleh semua pihak, agar pemahaman terhadap sistim pengelolaan bisa dipahami secara luas,” ucapnya.

“Semoga apa yang menjadi hasil hari ini, bisa menjadi rekomendasi semua pihak, dan mari kita kawal bersama agar lingkungan Sembalun tetap terjaga, lestari, bersih, aman, dan nyaman,” tutupnya. (ros)

What do you think?