in ,

Terdetek Sebar Hoaks Omnibus Law via Twitter, Pemilik Akun @videlyae Dibekuk Polisi

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono (dua dari kanan) saat konferensi pers penangkapan penyebar hoaks Omnibus Law via twitter (Foto: Ist)

TITIKMEDIA – Perempuan pemilik akun Twitter @videlyae inisial VE (36) asal Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (8/10), dibekuk Tim Cyber Crime Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, karena diduga menyebarkan hoaks atau berita bohong terkait Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (9/10), mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap VE dilakukan setelah Tim Cyber Crime Bareskrim Polri dipimpin Brigjen Slamet Uliandi, mengetahui adanya berita hoaks mengenai Omnibus Law yang beredar di media jejaring sosial Twitter.

“Tim ya akhirnya melakukan pelacakan, melakukan penyelidikan, akhirnya menemukan. Oh, ternyata hoaks ini ada yang ng-upload. Jadi setelah kita cek, adalah berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar lokasinya,” ungkapnya.

“Kita menemukan adanya seorang perempuan yang melakukan, diduga melakukan penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae,” imbuh Argo.

Dikatakan, setelah berhasil melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Twitter @videlyae tersebut, pelaku selanjutnya dibawa menuju Jakarta untuk proses lebih lanjut.

“Jadi setelah kita lakukan penangkapan di sana, kita bawa ke Jakarta, kemudian kita lakukan pemeriksaan. Jadi, dari hasil pemeriksaan memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita bohong di akun Twitter-nya yang menyebabkan ada keonaran di sana (Makassar, red) itu,” jelasnya.

Terhadap pelaku, Polisi akan menjerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (red)

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0