Pendaki Asal KLU Meninggal di Air Panas Gunung Rinjani

TITIK MEDIA–Salah seorang pendaki peziarah berobat ke air panas (Aik kalak) Gunung  Rinjani, Aerudin (46) Asal Desa Pansor, Kec. kayangan, Lombok Utara. Meninggal dunia ditengah perjalanan pulang leawat jalur pendakian Sembalun, pasnya dijembatan antara pos pelawangan dengan Danau Segara Anak sekitar pukul 09.14 Wita , Minggu (13/6).

Menurut keluarga almarhum, korban mengalami lemas dan sakit pinggang sehingga mengakibatkan korban sama sekali tidak bisa berjalan maupun melakukan aktifitas. Sehingga dibantu naik oleh rombongannya ke tenda mereka, dari kolam air panas yang biasa tempat orang berendam atau mandi untuk berobat.

Melihat hal itu, keluarga dan rombongan korban lamgsung melaporkan kejadian tersebut ke Resort Senaru sekitar pukul 17.00 wita, untuk minta bantuan evakuasi. lokasi korban saat saat itu di sekitar pemandian air panas Danau Segara Anak.

Kepala Resort Senaru menerima laporan tersebut, langsung berkoordinasi dan  melaporkan kejadian tersebut ke Kepala SPTN Wil I sekitar pukul 17.05 wita, kemudian menghubungi pihak EMHC  team evakuasi.

“Pukul 17.10 wita, kami menghubungi pihak EMHC, karena posisi korban berada di sekitar Danau Segara Anak, maka diputuskan oleh pihak EMHC (Kesehatan) untuk mengirim tim evakuasi via jalur Pendakian Sembalun tadi malam”, jelas Dedy Asriady, S.Si, M.P. Kepala Balai TNGR Mataram, saat dikopirmasi via telpon

Team Evakuasi tiba dilokasi korban Danau Segara Anak sekitar Pukul 00.00 wita. Kata Dedy lebih lanjut, langsung melakukan obervasi awal oleh tim kesehatan EMHC. Selanjutnya pukul 08.00 wita, 13 Juni 2021, Team evakuasi berangkat dari danau membawa korban naik ke Pelawangan Sembalun bersama dengan rombongan.

“Meninggalnya sekitar pukul 09.14 Wita, setelah berjalan selama 1 jam. team baru sampai di posisi jembatan untuk istirahat,  bermaksud membenahi posisi angkut korban agar lebih memperkuat dan memudahkan proses evakuasi. namun setelah korban diturunkan, Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia”, jelas Dedy.

Pukul 17.00 wita sambung Dedy, team evakuasi dan jenazah korban tiba di Bawak Nao dan langsung disambut oleh Tim Kesehatan EMHC, Ambulance Puskesmas Sembalun, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, Kepala Resort Sembalun dan Kepala Resort Senaru. Selanutnya jenazah korban dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk dilakukan visum.

“Pukul 18.00 wita, setelah proses visum dilakukan. Jenazah korban diantar ke rumah duka dengan ambulance dan dikawal oleh personil Polsek Sembalun serta di dampingi Kepala Resort Sembalun, Kepala Resort Senaru dan EMHC”, kata Dedy.

“Pihak kami bersama Polsek Sembalun dan EMHC, menyerahkan jenazah korban ke Pihak Keluarga secara resmi dan disaksikan oleh Pemdes setempat”, imbuh Dedy.

Untuk diketahui, rombongan pendaki peziarah berobat masuk melalui pintu Senange Jalur pendakian Torean pada hari kamis 10 Juni 2021 progeram tiga hari dua malam.

Rombongan tersebut berjumlah 17 orang, sebelumnya korban dalam keadaan sehat saat melakukan pendakian dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis lainnya. Tujuan korban berendam di airpanas (Aik kalak) dikarenakan korban lagi mengidap penyakit kulit berupa gatal-gatal. Dan korban saat mendaki membawa putranya yang masik kanak-kanak bernama Alim.

Comments

0 comments

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.