Busana Adat Sasak Lombok Dominasi Perayaan HUT Ke-5 RS Unram

TITIKMEDIA – Wajah berseri dan sungging senyum berpadu dengan keindahan busana dan aksesoris yang lain dari biasanya, terlihat kontras dikenakan pimpinan, dokter, sebagian besar perawat, dan karyawan Rumas Sakit Universitas Mataram (RS Unram), Kamis (18/3/2021) siang. Usut punya usut, ternyata hari itu merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 RS. Unram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ditemui di sela perayaan HUT ke-5, Humas Satgas Covid-19 Unram dr. Wahyu Sulistya Affarah, M.P.H. mengungkapkan, busana adat Sasak, Lombok yang dikenakan telah disepakati bersama sebagai wujud pelestarian budaya.

“Jadi, kami para dokter dan perawat serta karyawan yang ada di Rumah Sakit Unram ini juga cinta akan budaya, cinta akan busana tradisional atau pakaian adat. Itulah mengapa dalam HUT kelima ini, kami sepakat mengenakan busana adat,” ungkapnya.

Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unram itu juga menyampaikan, dalam perayaan HUT ke-5 RS Unram pakaian adat Sasak khususnya bagi wanita, dikolaborasikan dengan busana muslimah atau jilbab.

“Ini bentuk Islamisasi budaya. Berpakaian adat itu tidak harus saklek (diterapkan ketat, red) tanpa ada tawar-menawar, dan saat ini perpaduan antara busana adat dan busana muslimah juga sudah menjadi tren, khususnya bagi remaja putri,” ujarnya.

Penyandang gelar Master of Public Health (MPH) itu juga menegaskan, pakaian adat Sasak yang digunakan dalam HUT ke-5 RS Unram dimaksudkan, untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur budaya Sasak. Termasuk sebagai wahana menanamkan kecintaan terhadap budaya, khususnya bagi para dokter dan perawat yang mayoritas generasi millenial.

“Sebagai dokter dan perawat yang merupakan anak bangsa yang ber-bhineka, dan sebagai generasi yang berbudaya harus tertanam adagium ‘dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung’. Itu yang ingin kami tanamkan,” jelas dr. Affarah.

Di pihak lain, Direktur RS Unram dr. Ahmad Taufik S, Sp.OT. mengungkapkan, kemajuan RS Unram yang dipimpinnya terbilang cukup pesat berkat kontribusi besar pihak Rektorat Unram.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor dan semua yang ada di Rektorat, sehingga Rumah Sakit Unram ini mengalami kemajuan yang cukup pesat,” ungkapnya.

Taufik menuturkan, RS Unram mengawali kiprah pelayanan kepada masyarakat umum, pada momen gempabumi yang mengguncang NTB pada 2018 lalu. Dahsyatnya gempabumi itu juga menjadi momen yang mengantarkan RS Unram, melakukan akreditasi yang kemudian mendapatkan Akreditasi Bintang Lima. (djr)

Comments

0 comments

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.