in

Unram dan Laboratorium Hepatika Luncurkan Rapid Test Antigen “ENTRAM”

Gubernur NTB, Pimpinan Laboratorium Hepatika dan Rektor Unram saat peluncuran rapid test antigen ENTRAM

TITIKMEDIA – Dalam upaya tracing (penelusuran) penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Universitas Mataram atau Unram bekerjasama dengan Labotarorium Hepatika Mataram, telah berhasil meluncurkan Rapid Test Antigen yang diberi nama ENTRAM.

Hal itu terungkap saat peluncuran alat yang memudahkan dalam melakukan swab antigen tersebut, Kamis (25/2/2021), di Kantor Gubernur NTB, Mataram.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum. saat jumpa pers mengatakan, riset dan inovasi itu salah satu kebijakan pemerintah yang mendorong perguruan tinggi, untuk melahirkan solusi dalam mengatasi penyebaran Covid-19, sehingga tidak bergantung pada produk-produk impor.

“Karena itu, saya mendukung kerjasama antara Unram dan Laboratorium Hepatika Mataram menghasilkan produk antigen ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengapresiasi terobosan inovatif tersebut. Ia mengaku telah memberikan tantangan kepada Laboratorium Hepatika Mataram, untuk membuat alat yang memudahkan dalam melakukan swab antigen.

“Hari ini Laboratorium Hepatika Mataram, diam-diam sudah menjawab tantangan tersebut,” kata Gubernur.

Ia mengaku selama ini daerah mengalami kesulitan melakukan tracing (penelusuran), untuk penanganan dan pengendalian Covid-19. Pihaknya berharap dengan alat yang lebih murah dan berkualitas itu, dapat mempercepat NTB bahkan Indonesia dalam melakukan tracing.

“Mudah-mudahan di masa yang akan datang pengendalian Virus Corona di tempat kita jadi lebih baik,” ujarnya.

Sejalan dengan yang disampaikan Gubernur NTB, Prof. Dr. dr. Mulyanto selaku pimpinan Laboratorium Hepatika Mataram, mengaku ide pembuatan Entram berawal dari tantangan Gubernur NTB.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelum munculnya Entram, Laboratorium Hepatika telah membuat rapid antibody yang telah dievaluasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair).

“Sekarang membuat rapid test antigen kerjasama dengan Unram,” ucapnya.

Mantan Rektor Unram keenam itu menjelaskan bahwa Unram melakukan evaluasi, dengan membandingkan pemeriksaan virus menggunakan PCR dan pemeriksaan menggunakan Entram. Pun, tak lupa pula dibandingkan dengan produk antigen yang telah beredar.

“Hasilnya sangat memuaskan. Sensitifitas dan spesifitasnya lebih baik dari salah satu rapid test yang sudah beredar di pasaran,” jelasnya.

Selain itu Ia juga mengatakan, Entram lebih murah dan mengeluarkan hasil tes lebih cepat daripada produk rapid test antigen impor yang beredar saat ini. (sz)

What do you think?