in

Dekranas Beri Bekal Wirausaha bagi Generasi Millenial Lingkar KEK Mandalika

Ketua PIC wilayah Mandalika Ny. Inong Fadjar Prasetyo saat melihat stand inovasi Tenun Lombok

TITIKMEDIA – Dalam upaya membentuk wirausahawan dan wirausahawati yang kompetitif dan produktif, Senin (9/11), Dewan Kerajinan Nasional atau Dekranas memberi pembekalan dalam bentuk Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), bagi generasi millenial di lima kawasan super prioritas nasional termasuk KEK Mandalika, Lombok, Nusa Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Person In Charge (PIC) Wirausaha Baru Mandalika Ny. Inong Fadjar Prasetyo mengungkapkan, program PKW kerjasama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut, merupakan layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungannya.

“Selain diberikan bekal untuk mewujudkan produsen yang cerdas berbasis cyber smart factories atau teknologi kekinian, juga diberikan dana bantuan pemerintah dalam bentuk modal rintisan usaha, agar dikembangkan menjadi sentra-sentra wirausaha baru kerajinan, guna mendukung pariwisata di lima kawasan super prioritas nasional yang salah satunya adalah Mandalika,” ungkapnya.

Dikatakan, hasil dan dampak yang diharapkan dari PKW tersebut yakni dapat meningkatkan SDM muda bidang kriya, sehingga keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) membawa dampak positif secara ekonomi bagi warga sekitar.

“Diharapkan setelah selesai kegiatan ini akan memacu tumbuhnya crafter-crafter muda, yang handal dan menghasilkan karya-karya luar biasa dengan kemampuan yang kompetitif, produktif, dan kompeten di bidang kriya kekinian seperti sablon kaos, cukli, tempat sabun dari sisa kerang, relief logam, inovasi Tenun Lombok, dan kerajinan dari bahan dasar bambu,” ujarnya.

Lebih lanjut Ketua Penanggungjawab (PIC) Mandalika itu menjelaskan, program PKW tersebut diharapkan dapat diakses dan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, bermutu, transparan, dan akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan).

“Dengan bekal pengetahuan selama PKW, diharapkan mampu memotivasi dan menciptakan rintisan usaha baru di bidang kerajinan serta pendampingan, sehingga bisa berkembang dan mampu bermitra dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah, red),” tandasnya.

Untuk diketahui, gelaran PKW di destinasi super prioritas KEK Mandalika diikuti 200 orang peserta, yang rata-rata berusia millennial antara 15 sampai 30 tahun. dimana para peserta merupakan remaja-remaja putus sekolah atau telah lulus tapi tidak melanjutkan pendidikan, yang belum memiliki pekerjaan tetap alias menganggur serta diprioritaskan dari keluarga kurang mampu.

Dalam rangka menjamin kompetensi, struktur kurikulum dan silabi yang diberikan selama satu bulan lebih itu, disusun dalam tiga materi pembelajaran pokok dengan rincian 32 jam Pelajaran Teori, 118 jam Pelajaran Praktek, dan 200 jam Rintisan Usaha di Lapangan. (afi)

What do you think?