in

Satu Profesor Universitas Mataram Didorong Lahirkan Satu Guru Besar

Foto bersama usai pengukuhan tiga guru besar lingkup Universitas Mataram (Foto: Humas Unram)

TITIKMEDIA – Jabatan professor atau guru besar memiliki tanggung jawab yang besar, selain sebagai ujung tombak dalam berbagai inovasi dan riset, juga didorong dapat menghasilkan atau melahirkan satu guru besar baru. Demikian disampaikan Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum., Rabu (2/12), saat acara pengukuhan tiga Guru Besar Unram di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat.

Dalam kesempatan yang juga diikuti secara daring oleh civitas akademika dan undangan lainnya tersebut, Rektor kesembilan Unram itu mengatakan bahwa setiap satu orang guru besar dapat menghasilkan satu guru besar baru, melalui skema penelitian percepatan yang telah disediakan Unram.

“Kami berharap setiap satu orang guru besar bisa menghasilkan satu guru besar baru, dengan cara melakukan penelitian bersama dosen dalam jabatan Lektor Kepala, yang output-nya berupa publikasi jurnal internasional bereputasi, yang akan digunakan untuk mengusulkan jabatan guru besar,” ungkapnya.

Selain itu, Prof. Husni juga menyampaikan tentang kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), kaitannya dengan transformasi dana pemerintah untuk pendidikan tinggi (PT). Dimana pemberian bonus pendanaan kepada PT didasarkan pada capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), program matching, competitive fund, termasuk peran guru besar dalam merancang penelitian.

“Karena itu saya berharap para guru besar berperan aktif, untuk menarik pendanaan tersebut,” ucapnya.

Selain itu Rektor Unram juga menjelaskan matching fund, dimana merupakan kolaborasi antara mitra dengan PT dalam membuat inovasi, untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sedangkan competitive fund sebagai pendanaan untuk mendorong inovasi dan terobosan pendidikan tinggi yang berorientasi masa depan.

“Ini dimaksudkan untuk mendorong misi diferensiasi setiap universitas menemukan jati diri, spesialisasi, dan maju, siap menghadapi masa depan,” sebutnya.

Sementara Sekretaris Senat Unram Dr. Aris Munandar, S.H., M.Hum. memaparkan, Guru Besar Unram seluruhnya berjumlah 61 orang dan 13 orang diantaranya belum dikukuhkan. Penundaan pengukuhan ke-13 guru besar tersebut sebagai bentuk kepatuhan Unram, dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Jadi kami masih menunggu izin pengukuhannya. Pengukuhan ini seharusnya digelar bulan April (2020, red), jadi diundur dan terlaksana bulan ini,” terangnya.

Disebutkan, dengan alasan keselamatan serta turut serta dalam menekan kurva terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka pengukuhan guru besar lingkup Unram dilakukas secara bertahap.

“Nah sekarang kan dikukuhkan tiga orang, jadi sisa 10 orang yang belum dikukuhkan. Insya Allah, bulan Januari tahun depan akan dikukuhkan tiga orang lagi,” sebutnya.

Untuk diketahui, tiga Guru Besar Unram yang hari itu dikukuhkan diantaranya Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., selaku Guru Besar Ilmu Hukum Bisnis pada Fakultas Hukum (FH) dan merupakan Guru Besar Unram termuda.

Selain itu, Prof. Sulhaini, S.E., M.Sc., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Prof. Dr. Arifuddin, M.Pd. selaku Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (red)

What do you think?