in

LPMPP Unram Perkuat Unit Kerja dengan Implementasi SPMI

Workshop daring penguatan unit kerja dengan implementasi SPMI lingkup Unram

TITIKMEDIA – Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI merupakan suatu keharusan, karena telah menjadi salah satu persyaratan dalam akreditasi nasional maupun internasional. Demikian disampaikan Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M.Hum. melalui aplikasi zoom, Selasa (10/11), dalam Workshop Penguatan Unit Kerja yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Mataram.

“Penguatan unit kerja dalam implementasi SPMI, meliputi penguatan unit di bidang akademik maupun non akademik,” ungkapnya.

Dijelaskan, penguatan unit kerja yang diperlukan yakni di bidang akademik meliputi penguatan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara penguatan di bidang non akademik meliputi penguatan tata kelola, kerjasama, dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM).

“Termasuk juga pembinaan prestasi mahasiswa, perbaikan sarana dan prasarana, optimalisasi penggunaan teknologi informasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik, dan pengelolaan keuangan yang baik,” bebernya.

Prof. Husni juga menegaskan, implementasi SPMI harus terdokumentasi dengan baik mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan standar, evaluasi pelaksanaan standar, Audit Mutu Internal (AMI), pengendalian standar dan perbaikan hingga peningkatan standar yang telah dilakukan.

Sementara Ketua LPMPP Unram Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc. dalam kesempatannya, menerangkan bahwa workshop tersebut bertujuan untuk mencari upaya-upaya, dalam rangka penguatan unit kerja agar implementasi SPMI dapat berjalan dengan baik.

“Adapun capaian dari kegiatan ini adalah terimplementasikannya Sistem Penjaminan Mutu Internal, di semua unit kerja di Universitas Mataram,” katanya.

“Ini butuh kerjasama, perlu kesamaan pola sikap, pola perilaku, agar sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, diperlukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus, untuk menerapkan budaya mutu berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

“Semua pihak memiliki kontribusi sesuai dengan tupoksinya masing-masing untuk membantu meningkatkan budaya mutu,” ujarnya. (red)

What do you think?