Universitas Mataram Fokus Terapkan Pembelajaran Berbasis Studi Kasus dan Proyek

TITIKMEDIA – Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), melalui kelas yang kolaboratif dan partisipatif dalam upaya pencapaian IKU-7, diperlukan dalam pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus.  Demikian diungkapkan Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum., Kamis (15/4/2021), saat Sosialisasi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Studi Kasus dan Proyek, oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unram yang digelar secara virtual.

“Pada kontrak kinerja Universitas Mataram dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, persentase mata kuliah S1 dan Diploma yang menggunakan pemecahan kasus atau case method atau project-based learning, sebagai bagian bobot evaluasi adalah minimal 45 persen,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk mencapai IKU-7 dan kontrak kinerja tersebut, diperlukan partisipasi dan kerja keras semua civitas akademika terutama jajaran pimpinan. Dimana tim pengembangan berada di bawah koordinasi LPMPP, untuk mengadakan beberapa kegiatan dalam pencapaian IKU dan kontrak kinerja.

“Kegiatan yang sedang dan akan dilakukan oleh Tim Pengembangan Pembelajaran yaitu sosialisasi, workshop, penyusunan buku panduan, dan evaluasi,” sebut Prof. Husni.

Rektor ke sembilan Unram itu menegaskan, pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus tidak hanya untuk pencapaian IKU-7 semata, namun juga diharapkan dapat mewujudkan IKU-1.

“Yakni peningkatan kompetensi lulusan, agar lulusan cepat mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia Sosialisasi Immy Suci Rohyani, M.Si. dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan program pengembangan pembelajaran berbasis studi kasus dan proyek, didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI nomor 3 sampai 7 dan Permendikbud nomor 22 Tahun 2020.

“Melalui kebijakan tersebut Kementerian Pendidikan Tinggi berupaya menjamin lembaga pendidikan tinggi, untuk memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, dosen didorong untuk melakukan pembelajaran berbasis permasalahan, kolaboratif, dan tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas.

“Sehingga mahasiswa bisa mengasah kemampuan mereka dalam situasi pembelajaran inovatif, fleksibel, berbasis pengetahuan, berbasis minat mahasiswa serta sesuai dengan permasalahan di masyarakat dan atau kebutuhan industri,” jelasnya. (sz)

Comments

0 comments

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.