in

Universitas Mataram Gelar Webinar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat

Pemateri Webinar Nasional Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (Foto: Humas Unram)

TITIKMEDIA – Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Menyikapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berkepanjangan, Kamis (22/10), Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ikom) Universitas Mataram menggelar Webinar Nasional, mengusung tema “Komunikasi, Resiliensi Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan”.

Ketua Panitia Web Seminar (Webinar) Nasional Eka Puteri Paramita, S.P., M.A mengungkapkan, webinar nasional itu diikuti 600 peserta serta 76 pemakalah dari 34 universitas dan instansi se-Indonesia. Dimana 76 makalah yang dipresentasikan akan di-review oleh reviewer kredibel, sehingga makalah yang terpilih nantinya akan dipublikasikan di jurnal terakreditasi nasional. Pun akan dipublikasikan pada Jurnal Sinta serta publikasi berbentuk prosiding online.

“Kami berharap acara ini mampu memperkuat jaringan kerjasama serta jejaring, antar peneliti maupun institusi,” katanya.

Sementara Ketua Prodi Ikom Unram Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M.Si. mengatakan, acara tahunan yang diprakarsai Ikom Unram itu digelar mengingat saat ini tidak banyaknya seminar nasional, yang bahasannya terkait dengan pengabdian kepada masyarakat.

“Itulah yang menginisiasi tergelarnya seminar nasional berbasis virtual zoom, yang diprakarsasi Prodi Ikom Unram,” ungkapnya.

Menurut Agus, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karenanya, seminar nasional itu juga menjadi ajang berbagi konsep inovasi untuk pengembangan masyarakat di daerah.

“Terkait dengan Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, maka semnas ini nanti juga untuk menerapkan proyek-proyek yang akan dilakukan oleh mahasiswa kami, sebab hubungan masyarakat adalah salah satu kajian dari Ilmu Komunikasi,” sebutnya.

Sedangkan Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum., dalam kesempatannya mengapresiasi webinar nasional yang menghadirkan unsur pemerintah daerah, para pakar, dan tokoh nasional itu. Dalam kesempatan tersebut Prof. Husni mengingatkan 17 agenda pembangunan global berkelanjutan, untuk kemaslahatan umat manusia dan planet bumi yang lebih dikenal dengan sebutan SDGs.

“Hingga akhirnya karena pandemi Covid-19 saat ini, agenda pembangunan global mengalami perubahan, mengikuti kondisi. Indonesia sendiri pun telah memiliki program untuk mengatasi pandemi ini, baik berupa kebijakan fiskal dan non fiskal,” katanya.

Sementara dalam kaitannya dengan kondisi pandemi Covid-19, Prof. Husni memandang seminar nasional itu sangat relevan. Ia berharap forum tersebut dapat memberikan sumbangan ide-ide inovatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, dalam menghadapi kondisi pandemi maupun isu Omnibus Law yang tengah hangat diperbincangkan saat ini.

Untuk diketahui, Webinar Nasional itu menghadirkan tiga pembicara utama diantaranya Kepala Bidang Penelitian dan Penembangan (Litbang) Bappeda NTB Lalu Suryadi, S.P., M.M., Guru Besar Sekolah Farmasi ITB Prof. Dr. Sundani Nurono Soewandhi, dan Ketua Forum Layanan IPTEK bagi Masyarakat serta pengusaha nasional dan pendiri OK OCE Indonesia Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A. (Tri)

What do you think?