in

Unram Tingkatkan Kolaborasi Lintas Sektoral sebagai Implementasi Program Merdeka Belajar

Peserta webinar Potensi Kolaborasi Unram dengan dunia Usaha, Dunia Industri dan Lembaga Non Perguruan Tinggi

TITIKMEDIA – Program Merdeka Belajar yang merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, menjadi atensi tersendiri bagi Universitas Mataram atau Unram. Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Unram bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB), Rabu (30/9), menggelar acara webinar (web seminar) mengusung tema “Potensi Kolaborasi Universitas Mataram dengan dunia Usaha, Dunia Industri dan Lembaga Non Perguruan Tinggi”.

Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum. dalam webinar berbasis zoom meeting tersebut mengungkapkan, Program Merdeka Belajar memberi kesempatan kepada mahasiswa selama satu semester (setara 20 Satuan Kredit Semester/SKS), untuk mengambil mata kuliah atau perkuliahan di luar program studi (prodi) pada perguruan tinggi (PT) yang sama.

“Paling lama dua semester atau setara dengan 40 SKS di PT yang berbeda atau pembelajaran di luar perguruan tinggi,” ungkapnya.

Dikatakan, bentuk pembelajaran yang dimaksudkan antara lain magang atau praktek kerja di industri, wirausaha, pertukaran mahasiswa, penelitian, proyek di desa, proyek kemanusiaan, dan mengajar di sekolah.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun relasi dengan pelaku wirausaha dan industri, untuk mendukung suksesnya program magang, praktek kerja kewirausahaan mahasiswa,” katanya.

Sementara Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Yusron Sa’adi, S.T., M.Sc., Ph.D. menjelaskan, saat ini Unram telah menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah dan dunia usaha serta dunia industri, dengan persentase 64 persen berbanding 36 persen.

“Persentase kerjasama dengan dunia usaha (36 persen, red) ini tentu angka yang sangat baik. Namun kami akan meningkatkannya lagi,” ujarnya.

Agusdin, S.E., M.B.A., D.B.A. selaku narasumber pertama dalam webinar yang digelar Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Unram bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) itu menyampaikan, kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Mendikbud, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.

“Program-program experiental learning (pembelajaran berdasarkan pengalaman, red) dengan jalur yang fleksibel, diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya,” jelas Agusdin.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Unram itu, program MBKM berlaku untuk program sarjana dan sarjana terapan selain Prodi Kesehatan. Sedangkan beberapa bentuk kegiatan pembelajaran dalam program MBKM antara lain pertukaran pelajar, magang (praktik kerja), asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian (riset), proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, stud (proyek) independen, dan membangun desa (kuliah kerja nyata/KKN tematik).

Turut selaku narasumber webinar, Ketua Umum Ok Oce Indonesia Iim Rusyamsi menyebutkan, salah satu permasalahan besar yang dihadapi bangsa saat ini adalah pengangguran atau kekurangan lapangan kerja. Dimana menurutnya, disanalah kiprah Ok Oce Indonesia sebagai gerakan sosial, yang berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja berbasis wirausaha.

“Berdasarkan Global Entrepreneurship Index (GEI) tahun 2018, Indonesia menempati peringkat ke-94 dari 137 negara yang disurvei. Di sisi lain, berdasarkan riset dari IDN Research Institute tahun 2019 61.9 persen millennial di Indonesia, memiliki minat untuk berwirausaha,” katanya.

“Nah, inilah yang ingin kami bina untuk berkontribusi mengentaskan salah satu permasalahan bangsa tadi,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB Faurani, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa Kadin merupakan induk organisasi, yang berisi para pengusaha yang ada di NTB dari berbagai sektor lini usaha baik kontraktor, pariwisata, dan perhotelan termasuk pengusaha wanita.

“Sehingga nanti sangat berguna dan bisa membantu para mahasiswa dalam melaksanakan program belajar mereka baik PKL, magang, dan apapun namanya, akan ada para pengusaha yang siap membantu dan menerima,” ucapnya. (Adm)

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0